Kamis, 30 Oktober 2014

Tugas IBD 3 : Manusia dan ...

1. Manusia dan penderitaan
  • Pengertian Penderitaan
   Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun individu yang menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
  • Penyebab Munculnya Penderitaan
   Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :

           1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
     Adanya hubungan yang kurang harmonis baik antar sesama manusia, maupun antar manusia dengan lingkungan atau alam. Contoh dari kurang harmonis antar sesama manusia, pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya dalam bermasyarakat terdapat beda pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan antara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain itu, ini contoh kurang harmonis antar manusia dengan alam, apa yang sering ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.

           2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
      Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit, siksaan / azab Tuhan. Contoh penderitaan karna penyakit, Karna seorang laki-laki yang suka "jajan" dia terkena HIV dan di vonis tidak akan lama lagi hidupnya di dunia ini. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.
  • Beberapa cara mengatasi penderitaan 
a     Tabah dengan penderitaan yang sedang dialami, tidak pantang menyerah 
b     Selalu positive thinking dengan apa yang kita dapat 
   Selalu membantu orang lain yang mendapatkan penderitaan 
   Selalu bersyukur dengan apa yang telah kita dapat   
e     Selalu memiliki pengetahuan yang luas dalam hal penderitaan 
    Tidak membesar-besarkan permasalahan

2. Manusia dan Keadilan
  • Pengertian Keadilan
    + Menurut kamus umum nahasa indonesia susunan  W.J.S Poerwadarminta, kata adil berarti tidak berat sebelah atau memihak manapun, tidak sewenang-wenang. Sedangkan menurut istilah keadilan adalah  pengakuan dan perlakukan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
    + Keadilan meruapakan pengakuan dan perbuatan yang seimbang antara hak dan kewajiban, tidak semihak sebelah ataupun tidak sewenang-wenang. 
  • Macam-macam Keadilan
a)   Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
b)   Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.
c)   Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Contoh :
Dr.Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya, sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis saling mencintai. Bila dr. sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi karena dr. sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr.Sukartono.
3. Manusia dan Kegelisahan
  • Pengertian kegelisahan
    Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut. Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
  • Macam-macam Kegelisahan
1. Kegelisahan Obyektif (Kenyataan)
Kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan dan kegelisahan ini timbul akibat adanya pengaruh dari luar atau lingkungan sekitar.

2.    Kegelisahan Neurotik (Saraf)
Kegelisahan ini berhubungan dengan sistem syaraf. Syaraf-syaraf yang bekerja secara alami ketika tubuh merasa terancam atau mengetahui akan ada suatu hal berbahaya yang akan terjadi. Tubuh tidak diperintahkan untuk melakukannya. Singkatnya kegelisahan ini ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya naluriah.

3.    Kegelisahan moral
Kegelisahan ini mucul dari dalam diri sendiri. Sebagian besar karena rasa bersalah atau malu dalam ego yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan bahaya dari hati nurani. Hal ini timbul karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai hari nurani dan sadar atau tidak mereka tahu mana hal yang benar dan mana yang salah. Walaupun mereka melakukan kejahatan, setiap orang pastilah tahu hal yang dilakukannya itu adalah salah. Keadaan mungkin yang memaksa mereka melakukannya. Jadi, mereka tetap mempunyai rasa bersalah dan mengalami kegelisahan moral itu. 

  • Penyebab Timbulnya kegelisahan
Sebab-sebab  orang  gelisah  adalah  karena  pada  hakekatnya   orang takut  kehilangan  hak-haknya.  Hal itu adalah  akibat dari suatu ancaman,  baik ancaman  dari luar  maupun  dari  dalam.
  • Cara Mengatasi Kegelisahan
+     Dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.
+     Kita bersedia menerima sesuatu yang terjadi pada diri kita dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita. Bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa  kita.
+     Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas sehingga Ia mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab Tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadaNya









Sumber : 
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-penderitaan.html
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.com/2012/11/manusia-dan-keadilan.html
http://manusiadankegelisahan77.blogspot.com/

Jumat, 24 Oktober 2014

IBD hari ini

     Matkul IBD hari ini ngebahas tentang "Manusia dan Cinta Kasih". Anak anak sekelas disuruh maju kedepan kelas, buat ceritain momen bahagia yang pernah dialami bersama keluarga. Banyak juga sih cerita dari temen yang bikin nangis. Dan gue sendiri momen momen yang gue alami itu kebanyakan sih bukan yg momen bahagia. Setelah gua maju kedepan, selesai, balik ketempat duduk, gua sempet ngeluarin air mata. Sebenernya paling males kalo lagi ngomongin masalah keluarga. Soalnya kalo ngomongin masalah keluarga itu selalu nangis gua. Dan gua paling benci nangis. hmmm.. udahlah segini aja curcolan gue.. haha 😂

Rabu, 22 Oktober 2014

Tugas IBD 2.2

BUDAYA MASYARAKAT KUPANG (NTT) (PULAU SEMAU)


SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA
BUDAYA MASYARKAT KUPANG (NTT)
(PULAU SEMAU)

          Propnsi NTT yang beribu kota Kupang,merupakan salah satu propinsi yang terletak di wilayah timur,yng berbatas Negra dengan wilayah Negara timor-timur,sedangkan Pulau Semau terletak di bgian barat pulau timor.

Propinsi NTT memiliki beberapa pulau kecil,diantaranya:

1. Pulau timor                                             5.Pulau Alor

2. Pulau semau                                           6.Pulau Sumba
                                                                  
3. Pulau Rote                                             7.pulau Flores

4. Pulau sabu


          Pulau kera dan Pulau kambing adalah pulau yang adalah pulau yang tidak ada  penghuninya dikarenakan
tidak adanya sumber air minum di pulau tersebut.Di pulau Semau terdapat 2 suku dan 2 bahasa yaitu:

bahasa helong dan bahasa rote

            Setiap pulau memiliki bahasa,suku,adat istiadat yng berbeda beda secara umum kehidupan masyarakatnya pun hny bergantung pada sector(pertanian,peternakan,perikanan sedangkan untuk sector perindustrian/home industri tidak ada. pada kesempatan ini saya akan menceritakan sedikit tentang salah satu budaya,secara khususnya  masyarkat  yang ada di pulau (Semau) atau sebut lain BUNGTILU

           Pulau Semau memiliki kawasan pantaiyng indah dengan airnya yang jernih,dan terumbuh karang yang indah. Pantainya memiliki panorama alam yang indah dan pasir putih dengan obyek wisata untuk berenang,volley pantai
 ada 2 pantai yng menjadi obyek wisata yaitu : pantai UIASA dan pantai OTAN. 2 pantai ini mempunyai pasir putih yang terbentang luas,taman laut yang indah (terutama terumbu karang) pantai inibisa digunakan sebagai rekreasi,mandi,berenang,berjemur dan mancing

           salah satu budaya yang sampai saat ini masih ada dan tetap di pkai BELIS atau disebut mas kawin,dimana seorang pemuda menemukan calonatau pasangan hidupnya maka selanjutnya thapan tahapan didalam tata cara budaya helong  sebagai berikut :

1. - pihak 1 selaku pihak laki-laki         
            .- pihak 2 selaku pihak perempuan
         
          2. Di tetapkan tanggal pertemuan antar ke 2 belah pihk untuk membicarakan niat bik ke 2                   calon 
       
          3.sesuai dengan tanggal yang sudah di tetapkan pihak laki laki akan datang ke rumah 
            perempuan  meminang  (melamar)
          
          4.pihak perempun akan meminta hrga mas kawin atau yang disebut (BELIS).nah biasanya               BELIS ini dalam bentuk sejumlah uang atau hewan
         
          5.sesuai dengan tanggal-tanggal yang sudah di tetapkn pihak laki-laki akan datang                            kerumah perempuan untuk menjawab tau mempertimbangkan,apakah mereka mampu                  atau tidak
         
          6.pihak laki laki mengumpulkan seluruh keluarga dari ayah dan ibunya untuk membahas 
             harga mas kawin atau belis itu.
             keluarga dari pihak laki laki akan mengumpulkan sejumlh uang kemudian uang tersebut                  dibawa kerumah pihak perempuan untuk menjawab permintan itu sesuaidengan                              kemampuan mereka
         
          7. pihak perempuan akan mempertimbangkan,dan apabila diterim,maka selanjutnya                           menentukan tanggal pernikahan. persepsi pernikahan itu sendiri dilakukan dengan tata                   adat istiadat yang memakan waktu panjang,diiringi alat music daerah yaitu gong dan                       tambur,serta tarian daerah
          
          8. satu minggu kemudian selesai acara pernikahan dirumah perempuan,acara selanjutnya                 adalah antaran pulang sang manten ke rumah laki-laki. pihak  perempuan akan                               membawa sejumlah perabotan rumah tangga, dan acara itu diakhiri dengan pesta makan               bersama 

         9. selanjutnya uang belis (harga mas kawin) itu akan diatur oleh pihk keluarga perempuan                  untuk membagi bagikankepada kerabat keluarga yang dekat.demikianlah secara garis                    besar rangkaian tentang sebuah acara pernikahan dari awal sampai akhir. Dan ada satu                budaya yang memiliki hubungan sampai pada pernikahan adalah sebagai berikut:


          

Li Ngae tak sekadar tarian tradisional yang dipentaskan untuk memeriahkan setiap seremoni adat Helong. Lebih dari itu, Li Ngae ternyata jadi wahana mencarian jodoh bagi kawula muda suku Helong di Pulau Semau.OBED GERIMU--KupangSEIRING perkembangan jaman, Tari Li Ngae pada era 1970-an sering dipentaskan pada seremoni adat Helong maupun setiap musim panen jagung. Li Ngae biasanya digelar oleh orang yang hasil panen jagungnya melimpah. Itu sebabnya, tarian ini tergolong tarian mahal karena untuk menggelarnya membutuhkan biaya yang tak sedikit.Orang Helong yang hasil panennya melimpah, cenderung akan merasa kuatir jagungnya rusak diserang kutu jagung. Itu sebabnya, Li Ngae selalu jadi solusi, dimana orang Helong akan bersama-sama menari Li Ngae dengan menginjak pipilan jagung yang telah dicampurkan abu bakaran kayu Kesambi di dalam sebuah wadah berbentuk persegi berukuran 10 x 10 meter beralaskan tikar daun pandan.Yohanis Laiskodat yang juga warga desa Otan, mengaku Li Ngae atau dikenal juga dengan Buk Pariki atau tarian Injak Jagung itu, juga merupakan sebuah sistem pengawetan jagung. Jadi jagung hanya bisa dicampur dengan abu bakar kayu kesambi, dan terbukti jagung akan awet hingga beberapa tahun, jelas Yohanis.Yohanis bercerita, bila pada zaman dahulu di Pulau Semau, hanya orang berada saja yang bisa menggelar Li Ngae. Sebelum digelar, informasi tentang Li Ngae akan dengan cepat tersiar ke seluruh penjuru pulau dengan nama asli Nusa Bungtilu itu. Tanpa diundang pun, siapa pun orangnya apalagi kawula muda yang mengetahui adanya Li Ngae, pasti akan datang dan menari bersama.Dahulu kala, kalau orang dengar ada Li Ngae, walau jaraknya sangat jauh sakalipun, pasti akan ditempuh oleh orang Helong tanpa ada batasan usia. Tidak perlu diundang pun mereka pasti akan datang sendiri, jelas kakak kandung dari Viktor Bungtilu Laiskodat ini.Tak hanya itu, Li Ngae selalu jadi wahana pencarian jodoh bagi kawula muda. Buktinya, tak sedikit pasangan suami istri suku Helong di Pulau Semau pada era tahun 1970-an yang mengawali perkenalan mereka saat ber-Li Ngae bersama.Ibarat pepatah usang mengatakan cinta berawal dari mata barulah turun ke hati. Begitu kisah kawula muda Helong kala itu. Saat Li Ngae, berawal dari saling memperhatikan, lalu timbul ketertarikan, dikuti munculnya benih-benih cinta hingga berakhir pada saling mengungkapkan cinta. Itulah fakta dan pengakuan anak muda Helong saat itu tentang betapa pengaruhnya Li Ngae dalam kisah asmara mereka

     pulau semau terletak di bagian barat pulau timor kota kupang masyarakatnya yang ramah dan sopan. suku helong bernuansa alami dan indah cocok untuk refreshing, liburan,berburu,berselancar,memancing,menyelam berpetualang dan berwisata         

Selasa, 21 Oktober 2014

Tugas IBD 2 : Kebudayaan Masyarakat Madura

    KEBUDAYAAN MASYARAKAT MADURA



     Kebudayaan adalah seperangkat peraturan atau norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang kalau dilaksanakan oleh para anggotanya, melahirkan perilaku yang oleh para anggotanya dipandang layak dan dapat diterima.
     Kebudayaan terdiri dari nilai-nilai, kepercayaan, dan persepsi abstrak tentang jagat raya yang berada di balik perilaku manusia, dan yang tercermin dalam perilaku. Semua itu adalah milik bersama para anggota masyrakat, dan apabila orang berbuat sesuai dengan itu, maka perilaku mereka dianggap dapat diterima di dalam masyarakat.
     Kebudayaan dipelajari melalui sarana bahasa, bukan diwariskan secara biologis, dan unsur-unsur kebudayaan berfungsi sebagai suatu keseluruhan yang terpadu.
     Dari definisi diatas masyarakat Madura memiliki kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat-masyarakat pada umumnya (masyarakat di luar Pulau Madura). Madura merupakan pulau kecil yang terletak di sebelah jawa timur, yang memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang sudah sejak lama.
     Budaya - budaya yang dimiliki Madura :
  • Rumah Adat
    Rumah Adat yang dimiliki oleh masyarakat Madura adalah halaman panjang yang biasa disebut Tanian Lanjang  yang membuktikan kekerabatan masyarakat madura. Rumah adat madura ini memiliki satu pintu didepan rumah, agar pemilik rumah dapat mengontrol aktifitas keluar masuk keluarga. Pintu yang dihiasi ukir - ukiran asli madura. dengan warna hijau dan merah yang memiliki lambang kesetiaan dan perjuangan.
     
  • Bahasa Madura
    Bahasa Madura yang mempunyai bahasa yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang ingin mempelajarinya mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalannya. Bahasa Madura sama seperti bahasa - bahasa di kawasan Jawa dan Bali, kemudian mengenal Tingkat - tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tingkatan yakni :
    •  Ja’ - iya (sama dengan ngoko)
    • Engghi - Enthen (sama dengan Madya)
    • Engghi - Bunthen (sama dengan Krama)
  • Senjata Tradisional Madura
Senjata yang dimiliki oleh masyarakat Madura bernama Clurit, bentuknya melengkung seperti arit, mata clurit sangat runcing dan tajam. Gagangnya terbuat dari kayu atau logam.
  • Pakaian Adat Madura
Pakaian adat masyarakat Madura untuk Pria identik dengan motif garis horizontal yang biasanya berwarna merah putih dan memakai ikat kepala. Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yang berupa clurit. Dan untuk wanita, biasanya hanya menggunakan bawahan batik khas Madura dan mengenakan kebaya yang lebih simple.
  • Musik Saronen
Musik Saronen ini berasal dari Masyarakat Sumenep. Jika di Madura mengadakan kesenian, musik saronen inilah yang akan mengiringinya. Musik saronen merupakan perpaduan dari beberapa alat musik, tetapi yang paling dominan adalah alat musik tiup berupa kerucut. Nah ini lah alat musik tiup yang disebut dengan saronen.
  • Karapan Sapi
Karapan Sapi  inilah budaya Madura yang sangat terkenal. Kesenian ini diperkenalkan pada abad ke-15 (1561 M) pada masa pemerintahan Pangeran Katandur di daerah Keratin Sumenep. Kerapan sapi ini merupakan lomba memacu sapi paling cepat sampai tujuan. Bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat untuk bekerja dan meningkatkan produksi ternak sapinya.
  • Upacara Sandhur Pantel
Upacara Sandhur Pantel merupakan sebuah ritual untuk masyarakat Madura yang berprofesi sebagai petani ataupun nelayan. Upacara ritual ini meruapkan upacara yang menghubungkan manusia dengan makhluk ghaib atau sebagai sarana komunikasi manusia dengan Tuhan Pecipta Alam Semesta. Upacara ini berupa tarian dan nyanyian yang diiringi musik.
Madura juga memiliki Tarian Khas diantaranya :
  • Tarian Sholawat Badar atau rampak jidor
Tarian yang dimiliki oleh masyarakat madura ini meruapakan tarian yang menggambarkan karakter orang Madura yang sangat relegius. Seluruh gerak dan alunan irama nyanyian yang mengiringi tari iini mengungkapkan sikap dan ekspresi sebuah puji - pujian, do’a dan zikir kepada Allah SWT.
  • Tarian Topeng Gethak
Tarian Topeng Gethak mengandung nilai fisolofis perjuangan warga Pamekasan saat berupaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa, Gerakan Tarian Topeng Gethak ini mengandung makna mengumpulkan masa dimainkan oleh satu hingga tiga orang penari. Asal muasal sebelumnya nama tarian ini bernama Tari Klonoan kata klonoan ini berasal dari kata kelana atau berkelana, bermakna Bolodewo berkelana, dan pada akhirnya Tari Klonoan ini Berubah nama menjadi Tari Topeng Gethak.
  • Tarian Rondhing
Tarian Rondhing ini berasal dari “rot” artinya mundur, dan “kot - konding” artinya bertolak pinggang. Jadi tari rondhing ini memang menggambarkan tarian sebuah pasukan bagaimana saat melakukan baris - berbaris, yang ditariakan oleh 5 orang. Tarian Rondhing ini juga di angkat dari perjuangan masyarakat Pamekasan.

Senin, 06 Oktober 2014

Tugas IBD 1 : Manusia, Kebudayaan, dan Kepribadian



Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Tubuh adalah materi yang wujudnya konkret atau nyata, dapat dilihat, disentuh, diraba, tetapi tidak abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kesempurnaan itu terletak pada adab atau budayanya. Manusia beradab atau berbudaya karena dilengkapi dengan akal, nurani, dan kehendak yang terdapat dalam jiwa manusia.

            Kebudayaan berasal dari kata “budaya” yang berasal dari bahasa sansekerta “buddhayah” yaitu bentuk jamak dari “buddhi” yang berarti budi atau akal. Budaya itu termasuk hal yang tua atau lampau. Karena kebudayaan biasanya berasal dari orang-orang terdahulu atau berasal dari kebiasaan nenek moyang kita. Menurut Koentjaraningrat kebudayaan merupakan perkembangan dari bentuk jamak “budi daya” yang artinya daya dan budi.  budaya adalah keseluruhan gagasan dan karya yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dan hasil budi dan karyanya itu.

            Kepribadian bangsa timur pada umumnya mempunyai sifat toleransi yang tinggi, identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan, juga lebih terbuka, ramah tamah, dan lebih bersahabat, juga peduli terhadap sesama. Dimasa sekarang, banyak budaya dan kepribadian yang mulai hilang. Hal ini sangat berkaitan erat dengan globalisasi, efek negative dari globalisasi. Pada akhirnya banyak nilai – nilai yang sudah berubah, yaitu nilai agamis, nilai social, nilai sikap, nilai patriotism, nilai nasionalism, dan norma – norma lainnya yang berhubungan dengan kepribadian.

            Contoh kasus yang berhubungan dengan permasalahan kebudayaan di lingkungan saya yaitu kurang lebih sama dengan apa yang saya tulis di atas.
·         Kurang peduli dengan orang sekitar,
·         Anak berkata kasar pada orang tuanya,
·         Tidak tahu siapa saja pahlawan bangsa,
·         Kurang mencintai budaya sendiri tapi lebih suka dengan budaya luar yang modern,
·         Dan lain – lain