BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada
dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat
dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan masalah-masalah sosial
budaya. Adanya masalah-masalah tersebut akan dapat diketahui bila kita
melakukan suatu perbandingan dengan menelaah suatu masyarakat pada masa
tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu
yang lampau. Masalah-masalah akan selalu timbul didalam kehidupan sosial kita
semua.
Masalah sosial adalah suatu kondisi yang terlahir
dari sebuah keadaan masyarakat yang tidak ideal, atau ketidaksesuaian unsur-unsur
masyarakat yang dapat membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial
merupakan suatu kondisi yang dapat muncul dari keadaan masyarakat yang kurang
atau tidak ideal, maksudnya selama terdapat kebutuhan dalam masyarakat yang
tidak terpenuhi secara merata maka masalah sosial akan tetap selalu ada didalam
kehidupan yang terjadi karena adanya ketidakselarasan dalam berinteraksi sesama
manusia yang dapat bersifat khusus dan umum. Permasalahan yang bersifat khusus
merupakan permasalahan yang terjadi secara personal. Permasalahan yang bersifat
umum merupakan permasalahan yang menyangkut banyak orang.
Masalah-masalah tersebut biasanya
bersifat negatif, seperti yang saat ini akan dibahas
yaitu tentang homoseksual, perilaku yang menyimpang ini adalah sebuah sikap
atau sifat yaitu pria yang menyukai sesama jenis atau dengan kata lain gay.
Sifat
homoseksual maupun lesbi (menyukai sesama jenis perempuan), dapat bersifat
menular, sihingga makalah ini juga bertujuan agar kita semua berhati-hati
dengan hal itu. Oleh karena itu kami akan membahas tentang homoseksual.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian masalah sosial?
2.
Apa itu homoseksual?
3.
Bagaimana pandangan homoseksual
di bidang sosiologi ?
1.3 Tujuan Penelitian
1.
Mengetahui apa itu masalah sosial.
2.
Mengetahui apa itu homoseksual.
3.
Mengetahui pandangan homoseksual
di bidang sosiologi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Masalah Sosial
Masalah Sosial adalah perbedaan
antara harapan dan kenyataan atau
sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya
(Jenssen, 1992). Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakatsebagai
sesuatu kondisi yang tidak diharapkan.
2.1.1 Karateristik Masalah Sosial
Karateristik permasalahan sosial dalam
kehidupan bermasyarakat adalah sebagai berikut:
1.
Kondisi
yang dirasakan banyak orang
Suatu masalah baru dapat dikatakan
sebagai masalah sosial apabila kondisinya dirasakan oleh banyak
orang. Namun,tidak ada batasan mengenai berapa jumlah orang yang harus
yang harus merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapat perhatian dan
pembicaraan yang lebih dari satu orang, masalah tersebut adalah masalah sosial.
2.
Kondisi
yang dinilai tidak menyenangkan
Menurut paham hedonisme,
orang cenderung mengulang sesuatu yang menyenangkan dan menghindari sesuatu
yang tidak mengenakkan. Orang senantiasa menghindari masalah, karena
masalah selalu tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat menentukan suatu
masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial.
3.
Kondisi
yang menuntut perpecahan
Suatu kondisi yang tidak menyenangkan
senantiasa menuntut pemecahan. Umumnya, suatu kondisi dianggap perlu
dipecahkan jika masyarakat menganggap masalah tersebut perlu
dipecahkan. Pada waktu lalu, masalah kemiskinan tidak
dikategorikan sebagai masalah sosial, karena waktu itu masyarakat menganggap
kemiskinan sebagai sesuatu yang alamiah dan masyarakat belum mampu
memecahkannya.[butuh rujukan] Sekarang, setelah masyarakat
memiliki pengetahuan danketerampilan untuk menggulangi kemiskinan,
kemiskinan ramai diperbicangkan dan diseminarkan, karena dianggap sebagai
masalah sosial.
4.
Pemecahan
masalah tersebut harus diselesaikan melalui aksi secara kolektif.
Masalah sosial berbeda dengan masalah
individual. Masalah individual dapat diatasi secara individual, tetapi
masalah sosial hanya dapat diatasi melalui rekayasa sosial seperti aksi
sosial, kebijakan sosial atau
perencanaan sosial, karena penyebab dan akibatnya bersifat multidimensional dan
menyangkut banyak orang.
2.2. Contoh Masalah Sosial
Contoh Masalah sosial yang dibahas adalah Homoseksualitas.
2.2.1 Pengertian dari homosekual
Menurut
para ahli adalah sebagai berikut:
1.
Kartono , homoseksual adalah relasi
seks jenis kelamin yang sama, atau rasa tertarik dan mencintai jenis seks yang
sama.
2.
Dede Oetomo , homoseksual adalah
orientasi atau pilihan seks yang diarahkan kepada seseorang yang berjenis
kelamin sama atau ketertarikan orang secara emosional dan seksual kepada
seseorang dari jenis kelamin yang sama.
3.
Barley, Carroll, dan Knox , homoseksual adalah
laki-laki dan perempuan yang secara emosional dan seksual tertarik terhadap
sesama jenisnya.
4.
Deti Riyanti dan Sinly Evan Putra ,
homoseksual adalah kelainan terhadap orientasi
seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang
mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama.
5.
Kaplan , homoseksual adalah
penyimpangan psikoseksual di mana seseorang dewasa tertarik gairah seksualnya
dengan teman sejenis.
6.
Dali Gulo , homoseksual adalah
kecenderungan untuk memiliki hasrat seksual atau mengadakan hubungan seksual
dengan jenis kelamin yang sama.
Dari
beberapa pengertian para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa,
homo-seksualitas adalah suatu kelainan seksual di dalam diri seseorang yang
memiliki rasa ketertarikan terhadap individu yang berjenis kelamin atau gender
yang sama.
2.2.2
Penyebab Homoseksualitas
Banyak hal yang
melatarbelakangi seseorang menjadi homoseksual itu, diantaranya :
a.
Faktor Sosial atau
Pergaulan
Faktor sosial atau
pergaulan merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, faktor sosial atau pergaulan merupakan faktor
terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, sekali pernah merasakan hubungan
seksual menjadi ketularan tapi faktor ini juga bisa menyebabkan biseksual.
b.
Faktor Sosialisasi
Seorang pria dapat menjadi homoseksual ataupun gay dikarenakan
terjadi proses sosialisasi dalam masyarakatnya. Pada dasarnya sosialisasi
adalah proses pembelajaran pranata sosial masyarakat yang akan membentuk
karakter dan perilaku seseorang. Ketika seorang pria tersosialisasikan oleh
lingkungannya untuk menjadi seorang homoseksual maka ia akan memiliki orientasi
seksual sebagai homoseksual pula. Meskipun seseorang dapat menjadi homoseksual
karena lingkungannya, namun dalam ruang lingkup masyarakat yang lebih besar
dimana masih terdapat norma dan nilai yang menentang homoseksual maka segala
bentuk perilaku homoseksual tetap dikategorikan tindakan yang menyimpang.
2.3. Studi Kasus
Studi
kasus dalam makalah ini memaparkan tentang permasalahan sosial mengenai seorang laki-laki yang menyukai sesama jenisnya atau
homoseksual.
2.3.1 Masalah
Seorang teman saya berinisial RM mempunyai
kecenderungan seperti wanita, walaupun dia itu adalah laki-laki. RM lebih
senang bermain dengan anak perempuan, berdandan seperti perempuan, bahkan suka dengan
sesama jenisnya. RM itu pernah cemburu dengan temennya Lina, karena waktu itu
Lina deket dengan cowok yang disuka RM.
2.2.1 Solusi
Solusi
yang bisa diberikan adalah sebagai berikut:
1.
Menciptakan kehidupan
keluarga yang harmonis, ayah dan ibu yang saling mengasihi dan masing-masing
menjalankan fungsinya dalam keluarga.
2.
Tidak mengolok-olok
kelemahan anak tetapi justru memberi dukungan pada anak dengan perkataan yang
membangun.
3.
Hindari pemberian “label”
banci kepada anak laki-laki atau tomboy kepada anak perempuan.
4.
Menjadi teman bicara yang
baik untuk anak-anak.Sebagian besar pelaku homoseksual pernah melewati suatu
masa kesepian di mana mereka ingin mengungkapkan pergumulan mereka kepada
seseorang yang dapat mereka percayai, tapi mereka tidak menemukannya.
5.
Para ayah perlu terlibat
langsung dalam membina hubungan dengan anak-anaknya. Menjadi figur teladan
seorang pria bagi anak laki-laki dan memiliki kepekaan untuk berinteraksi
dengan anak perempuannya. Para ibu perlu menyadari bahwa anak-anak laki-laki
harus melepaskan diri dari keserupaan dan kedekatan dengan ibunya, untuk
bertumbuh menjadi seperti ayahnya. Pergeseran ini tidak dialami oleh anak-anak
wanita.
6.
Orangtua perlu
untuk terus menerus membina komunikasi dengan anak-anak mereka pada setiap
tahap kehidupannya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masalah
Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau
sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya
(Jenssen, 1992). Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakatsebagai
sesuatu kondisi yang tidak diharapkan. Contoh dari masalah sosial adalah homo-seksualitas, homo-seksualitas yaitu suatu
kelainan seksual di dalam diri seseorang yang memiliki rasa ketertarikan
terhadap individu yang berjenis kelamin atau gender yang sama. Penyebab terjadinya homo-seksualitas adalah faktor pergaulan atau faktor sosial.
3.2 Saran
Permasalahan
sosial sangat banyak terjadi di masyarakat, kita dituntut untuk dapat
berperilaku yang baik dan memberikan contoh yang sepatutnya dilakukan dalam
kehidupan bermasyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial. Orang tua juga harus menjadi teman bicara yang baik untuk anak-anak, karena sebagian besar
pelaku homoseksual pernah melewati suatu masa kesepian di mana mereka ingin
mengungkapkan pergumulan mereka kepada seseorang yang dapat mereka percayai,
tapi mereka tidak menemukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar