Senin, 25 Januari 2016

Tugas 2 ISD



BAB I

PENDAHULUAN





1.1         Latar Belakang


Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan masalah-masalah sosial budaya. Adanya masalah-masalah tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbanding­an dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau. Masalah-masalah akan selalu timbul didalam kehidupan sosial kita semua.

Masalah sosial adalah suatu kondisi yang terlahir dari sebuah keadaan masyarakat yang tidak ideal, atau ketidaksesuaian unsur-unsur masyarakat yang dapat membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial merupakan suatu kondisi yang dapat muncul dari keadaan masyarakat yang kurang atau tidak ideal, maksudnya selama terdapat kebutuhan dalam masyarakat yang tidak terpenuhi secara merata maka masalah sosial akan tetap selalu ada didalam kehidupan yang terjadi karena adanya ketidakselarasan dalam berinteraksi sesama manusia yang dapat bersifat khusus dan umum. Permasalahan yang bersifat khusus merupakan permasalahan yang terjadi secara personal. Permasalahan yang bersifat umum merupakan permasalahan yang menyangkut banyak orang.

            Masalah-masalah tersebut biasanya bersifat negatif, seperti yang saat ini akan dibahas yaitu tentang homoseksual, perilaku yang menyimpang ini adalah sebuah sikap atau sifat yaitu pria yang menyukai sesama jenis atau dengan kata lain gay.

            Sifat homoseksual maupun lesbi (menyukai sesama jenis perempuan), dapat bersifat menular, sihingga makalah ini juga bertujuan agar kita semua berhati-hati dengan hal itu. Oleh karena itu kami akan membahas tentang homoseksual.



1.2         Rumusan Masalah


1.             Apa pengertian masalah sosial?

2.             Apa itu homoseksual?

3.             Bagaimana pandangan homoseksual di bidang sosiologi ?



1.3         Tujuan Penelitian


1.             Mengetahui apa itu masalah sosial.

2.             Mengetahui apa itu homoseksual.

3.             Mengetahui pandangan homoseksual di bidang sosiologi.


BAB II

PEMBAHASAN





2.1.      Pengertian Masalah Sosial


Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya (Jenssen, 1992). Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakatsebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan.

2.1.1   Karateristik Masalah Sosial


Karateristik permasalahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat adalah sebagai berikut:

1.             Kondisi yang dirasakan banyak orang

Suatu masalah baru dapat dikatakan sebagai masalah sosial apabila kondisinya dirasakan oleh banyak orang. Namun,tidak ada batasan mengenai berapa jumlah orang yang harus yang harus merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapat perhatian dan pembicaraan yang lebih dari satu orang, masalah tersebut adalah masalah sosial.
2.             Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan

Menurut paham hedonisme, orang cenderung mengulang sesuatu yang menyenangkan dan menghindari sesuatu yang tidak mengenakkan. Orang senantiasa menghindari masalah, karena masalah selalu tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat menentukan suatu masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial.
3.             Kondisi yang menuntut perpecahan

Suatu kondisi yang tidak menyenangkan senantiasa menuntut pemecahan. Umumnya, suatu kondisi dianggap perlu dipecahkan jika masyarakat menganggap masalah tersebut perlu dipecahkan. Pada waktu lalu, masalah kemiskinan tidak dikategorikan sebagai masalah sosial, karena waktu itu masyarakat menganggap kemiskinan sebagai sesuatu yang alamiah dan masyarakat belum mampu memecahkannya.[butuh rujukan] Sekarang, setelah masyarakat memiliki pengetahuan danketerampilan untuk menggulangi kemiskinan, kemiskinan ramai diperbicangkan dan diseminarkan, karena dianggap sebagai masalah sosial.
4.             Pemecahan masalah tersebut harus diselesaikan melalui aksi secara kolektif.

Masalah sosial berbeda dengan masalah individual. Masalah individual dapat diatasi secara individual, tetapi masalah sosial hanya dapat diatasi melalui rekayasa sosial seperti aksi sosial, kebijakan sosial atau perencanaan sosial, karena penyebab dan akibatnya bersifat multidimensional dan menyangkut banyak orang.

2.2.      Contoh Masalah Sosial


Contoh Masalah sosial yang dibahas adalah Homoseksualitas.
2.2.1  Pengertian dari homosekual

Menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1.      Kartono , homoseksual adalah relasi seks jenis kelamin yang sama, atau rasa tertarik dan mencintai jenis seks yang sama.

2.      Dede Oetomo , homoseksual adalah orientasi atau pilihan seks yang diarahkan kepada seseorang yang berjenis kelamin sama atau ketertarikan orang secara emosional dan seksual kepada seseorang dari jenis kelamin yang sama.
3.      Barley, Carroll, dan  Knox , homoseksual adalah laki-laki dan perempuan yang secara emosional dan seksual tertarik terhadap sesama jenisnya.
4.      Deti Riyanti dan Sinly Evan Putra , homoseksual adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identitas gender yang sama.
5.      Kaplan , homoseksual adalah penyimpangan psikoseksual di mana seseorang dewasa tertarik gairah seksualnya dengan teman sejenis.
6.      Dali Gulo , homoseksual adalah  kecenderungan untuk memiliki hasrat seksual atau mengadakan hubungan seksual dengan jenis kelamin yang sama.
Dari beberapa pengertian para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, homo-seksualitas adalah suatu kelainan seksual di dalam diri seseorang yang memiliki rasa ketertarikan terhadap individu yang berjenis kelamin atau gender yang sama.

2.2.2  Penyebab Homoseksualitas

Banyak hal yang melatarbelakangi seseorang menjadi homoseksual itu, diantaranya :

a.       Faktor Sosial atau Pergaulan

Faktor sosial atau pergaulan merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, faktor sosial atau pergaulan merupakan faktor terbesar yang menjadi penyebab homoseksual, sekali pernah merasakan hubungan seksual menjadi ketularan tapi faktor ini juga bisa menyebabkan biseksual.

b.      Faktor Sosialisasi

Seorang pria  dapat menjadi homoseksual ataupun gay dikarenakan terjadi proses sosialisasi dalam masyarakatnya. Pada dasarnya sosialisasi adalah proses pembelajaran pranata sosial masyarakat yang akan membentuk karakter dan perilaku seseorang. Ketika seorang pria tersosialisasikan oleh lingkungannya untuk menjadi seorang homoseksual maka ia akan memiliki orientasi seksual sebagai homoseksual pula. Meskipun seseorang dapat menjadi homoseksual karena lingkungannya, namun dalam ruang lingkup masyarakat yang lebih besar dimana masih terdapat norma dan nilai yang menentang homoseksual maka segala bentuk perilaku homoseksual tetap dikategorikan tindakan yang menyimpang.

2.3.      Studi Kasus


Studi kasus dalam makalah ini memaparkan tentang permasalahan sosial mengenai seorang laki-laki yang menyukai sesama jenisnya atau homoseksual.

2.3.1  Masalah


Seorang teman saya berinisial RM mempunyai kecenderungan seperti wanita, walaupun dia itu adalah laki-laki. RM lebih senang bermain dengan anak perempuan, berdandan seperti perempuan, bahkan suka dengan sesama jenisnya. RM itu pernah cemburu dengan temennya Lina, karena waktu itu Lina deket dengan cowok yang disuka RM.




2.2.1   Solusi


Solusi yang bisa diberikan adalah sebagai berikut:
1.            Menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis, ayah dan ibu yang saling mengasihi dan masing-masing menjalankan fungsinya dalam keluarga.
2.            Tidak mengolok-olok kelemahan anak tetapi justru memberi dukungan pada anak dengan perkataan yang membangun.
3.            Hindari pemberian “label” banci  kepada anak laki-laki atau tomboy kepada anak perempuan.
4.            Menjadi teman bicara yang baik untuk anak-anak.Sebagian besar pelaku homoseksual pernah melewati suatu masa kesepian di mana mereka ingin mengungkapkan pergumulan mereka kepada seseorang yang dapat mereka percayai, tapi mereka tidak menemukannya.
5.            Para ayah perlu terlibat langsung dalam membina hubungan dengan anak-anaknya. Menjadi figur teladan seorang pria bagi anak laki-laki dan memiliki kepekaan untuk berinteraksi dengan anak perempuannya. Para ibu perlu menyadari bahwa anak-anak laki-laki harus melepaskan diri dari keserupaan dan kedekatan dengan ibunya, untuk bertumbuh menjadi seperti ayahnya. Pergeseran ini tidak dialami oleh anak-anak wanita.
6.            Orangtua perlu untuk terus menerus membina komunikasi dengan anak-anak mereka pada setiap tahap kehidupannya.




BAB III
PENUTUP


3.1         Kesimpulan

Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya (Jenssen, 1992). Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang dalam masyarakatsebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan. Contoh dari masalah sosial adalah homo-seksualitas, homo-seksualitas yaitu suatu kelainan seksual di dalam diri seseorang yang memiliki rasa ketertarikan terhadap individu yang berjenis kelamin atau gender yang sama. Penyebab terjadinya homo-seksualitas adalah faktor pergaulan atau faktor sosial.

3.2         Saran

Permasalahan sosial sangat banyak terjadi di masyarakat, kita dituntut untuk dapat berperilaku yang baik dan memberikan contoh yang sepatutnya dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial. Orang tua juga harus menjadi teman bicara yang baik untuk anak-anak, karena sebagian besar pelaku homoseksual pernah melewati suatu masa kesepian di mana mereka ingin mengungkapkan pergumulan mereka kepada seseorang yang dapat mereka percayai, tapi mereka tidak menemukannya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar